Pengobatan Thalasemia Dengan Ekstrak Teripang Non Efek Samping

obat thalasemiaCara pengobatan thalasemia yang sering dilakukan adalah dengan rutin melakukan transfusi darah setiap bulan, bahkan setiap minggunya untuk membantu angka trombosit agar tidak menurun. Namun sekarang ini ada solusi pengobatan thalasemia yang aman tanpa efek samping hanya dengan konsumsi ekstrak teripang laut yaitu Jelly Gamat Gold G. Jelly Gamat Gold G ini dapat membantu atasi keluhan penderita thalasemia secara alami tanpa akan membuat gangguan baru si penderitanya. Kemampuan yang dimiliki oleh Jelly Gamat Gold G ini dihasilkan atas kandungan dari teripang yang beragam. Dalam mengatasi thalasemia kandungan yang berperan adalah Glukosaminoglikan. Glukosaminoglikan ini berfungsi sebagai zat yang dapat membantu mengatasi tulang yang rapuh penderita thalasemia, yang mampu memperbaiki aliran darah dan melancarkan cairan yang tersumbat. Nah itulah sedikit garis besar dari kandungan ekstrak teripang yang memiliki peranan dalam membantu atasi thalasemia. Untuk lebih mengetahui lebih jauh mengenai kelebihan Jelly Gamat Gold dalam mengatasi thalasemia, berikut kami sajikan testimoni dari orang yang pernah menggunakannya. Bagi anda yang berminat untuk mencoba Jelly Gamat, silahkan KLIK DISINI untuk info pemesanan dan daftar harga retailnya. *Cat : Setiap pemesanan Jelly Gamat Gold G wajib menyertakan kode FGOLD untuk memudahkan pengiriman dan menghindari terjadinya kekeliruan.

Kadar Hemoglobin Naik Setelah Konsumsi Ekstrak Teripang

Salwa Wijaya (3 tahun) tak seperti bocah seusianya yang tengah lucu-lucunya. Tubuh sulung 2 bersaudara itu kurus kering. Suhu tinggi kerap menghampirinya Pertumbuhannya juga lambat. Ia baru dapat berjalan ketika usianya 2,5 tahun. Pada tahap itu Siti Maryati tak curiga bahwa anaknya mengidap thalasemia. Ia hanya menduga anaknya kurus kering lantaran enggan makan.

Ketika benjolan seukuran buah kedondong muncul di pinggang kiri perempuan itu, Siti bergegas ke dokter. Hasil diagnosis dokter, Salwa kelelahan. Siti tak puas atas diagnosis itu sehinga mendatangi dokter kedua. Ahli medis itu menyarankan agar Salwa menjalani tes darah. Ketika itu kulit Salwa pucat, perut membuncit, dan urine lebih gelap. Misteri itu terpecahkan di Rumahsakit Cipto Mangunkusumo Jakarta. Bocah kelahiran 5 Februari 1997 itu postif thalasemia.

Benjolan di pinggang itu ternyata limpa yang membengkak. Organ itu membesar lantaran tak dapat menjalankan fungsinya membersihkan darah. Dokter mengatakan belum ada penawar alias obat thalasemia. ”hanya transfusi darah penyambung hidupnya,” kata Tarkiman mengulangi pernyataan dokter. Dua minggu sekali, Salwa harus menjalani transfusi sebanyak 2-3 kantong darah.

Transfusi
Di dalam tubuh pasien thalasemia terjadi perubahan atau mutasi gen pembawa kode genetik untuk pembuatan hemoglobin. Akibatnya, kualitas sel darah merah tidak baik dan gagal bertahan hidup lama. Pasien thalasemia mesti menjalani transfusi untuk meningkatkan kadar hemoglobin dalam tubuh. Tugas hemoglobin berfungsi mengikat dan membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Kadar hemoglobin dalam tubuh rendah menyebabkan kelelahan, bahkan pingsan. Karena lama merawat Salwa, Siti akhirnya mengetahui kapan Salwa mesti menjalani transfusi darah.”Tanda-tanda Salawa harus ditransfusi darah, bibirnya putih pucat, mimisan, lemas lunglai, dan tonjolan membengkak di pinggangnya,” kata Siti. Saat itu, kadar hemoglobin dalam darah Salwa hanya 6, kadar normal 12-16.

Setelah transfusi, hemoglobin hanya meningkat 1 angka, menjadi 7. Itu sebabnya tubuh Salwa masih tetap lemah. ”Saya hampir tak pernah mengikuti pelajaran olahraga,” kata Salwa yang kini berusia 10 tahun.

Titik terang tentang kesembuhan datang pada Mei 2007. Saat itu seorang perawat di RSU Cianjur menceritakan ekstrak teripang untuk membantu mengatasi penderitaan anaknya.

Semula Tarkiman enggan memberikan ekstrak itu, karena tidak yakin bisa menyembuhkan penyakit Salwa. Maklum, sebelumnya ia mencoba berbagai suplemen kesehatan anjuran rekan-rekannya, tetapi tetap gagal. ”Semuanya sudah dicoba, mulai dari jamu-jamuan sampai dengan pengobatan alternatif dengan mediasi, semuanya gagal,” kata Tarkiman.

Genetik
Suatu ketika pikiran Tarkiman berubah: tak ada salahnya untuk mencoba. Cairan kental itu dikonsumsi Salwa 2 kali satu sendok makan sehari. Dosis itu ditambah dengan 5 butir spirulina 2 kali sehari. Pekan pertama, Salwa tak lagi demam. Tiga pekan kemudian, hasil laboratorium menunjukkan kadar hemoglobin Salwa melonjak ke angka 10. Artinya, kesehatan Salwa berangsur normal.

Setelah 3 bulan mengkonsumsi, frekwensi transfusi darah berkurang dari 2 kali per bulan masing-masing 2-3 kantong menjadi 1 kali sebulan hanya 1 kantong. Walau begitu, kadar hemoglobin tetap ajek di atas angka 10. Bobot tubuh meningkat menjadi 28 kg, sebelumnya 20kg. Pun, limpa Salwa kini tak pernah membengkak. Perubahan itu menggembirakan keluarga Tarkiman.

Demikianlah mengenai testimoni dari mereka yang pernah menggunakan ekstrak teripang Jelly Gamat untuk atasi thalasemia. Seperti pengalaman dari Bapak Tarkiman, bahwa tidak ada salahnya untuk mencoba. Semoga saja dengan konsumsi ekstrak teripang ini dapat menjadi jalan kesembuhan bagi anda. Untuk info pemesanan Jelly Gamat dapat dilakukan secara langsung melalui SMS/ BBM dengan menggunakan format berikut :

FGOLD, Jumlah Pesanan, Nama Lengkap, Alamat Lengkap, No. Hp/Telpon
Kirim SMS / BBM ke: 082.116.55.11.05 / 29A4883E
Contoh : FGOLD, 2 Botol, Khoir, Jln. Kemurahan Hati No.1 RT 01 RW 01 Kelurahan Asik Kecamatan Tenang Kabupaten Bandung Jawa Barat, 082.116.55.11.05 / 29A4883E

*Catatan :

Wajib menyertakan kode FGOLD di setiap pemesanan Jelly Gamat Gold G guna memudahkan pemesanan, pengiriman, dan menghindari terjadinya kekeliruan.

Info → pengobatan thalasemia yang aman tanpa efek samping