Obat Tumor Lambung Alami Jelly Gamat

obat tumor lambungTumor lambung merupakan suatu penyakit yang menyerang lambung, sebagai akibat dari inflamasi lambung yang hanya dibiarkan saja. Terjadinya tumor lambung ini dapat mempengaruhi sistem kerja organ lainnya menjadi terhambat, yang dapat menjadi sumber penyebab kematian. Untuk mengantisipasi hal tersebut kami sarankan agar anda mencoba obat tumor lambung alami dengan Jelly Gamat Gold G. Obat tumor lambung alami Jelly Gamat Gold G dapat efektif membantu penyembuhan tumor tanpa akan menimbulkan efek samping apapun. Hal itu disebabkan oleh bahan dasar yang digunakan oleh Jelly Gamat Gold G yaitu teripang atau gamat. Teripang atau gamat yang digunakan dalam Jelly Gamat Gold G berjeniskan Golden Stichopus Variegatus. Teripang atau gamat jenis ini memiliki kandungan philinopside A yang berfungsi untuk mencegah pembentukan pembuluh darah mikro baru (angiogenesis) pada sel tumor. Sehingga sifat dari philinopside berpotensi sebagai Antitumor. Bagi anda yang berminat untuk mencoba obat tumor lambung alami Jelly Gamat Gold G, dapat melakukan pemesanan secara langsung melalui SMS/ BBM dengan format sebagai berikut :

FGOLD, Jumlah Pesanan, Nama Lengkap, Alamat Lengkap, No. Hp/Telpon
Kirim SMS / BBM ke: 082.116.55.11.05 / 29A4883E
Contoh : FGOLD, 2 Botol, Khoir, Jln. Kemurahan Hati No.1 RT 01 RW 01 Kelurahan Asik Kecamatan Tenang Kabupaten Bandung Jawa Barat, 082.116.55.11.05 / 29A4883E

*Catatan :

Wajib menyertakan kode FGOLD di setiap pemesanan Gold G guna memudahkan pemesanan, pengiriman, dan untuk menghindari terjadinya kekeliruan.

Kisah Nyata Mengalami Kesembuhan Setelah Konsumsi Obat Tumor Lambung Jelly Gamat

Sumber : Trubus, Edisi: Senin, 04 September 2006 08:06:42

Tumor lambung itu datang dengan isyarat ruam-ruam merah di permukaan kulit Retno Dewi Kurniati yang putih. Demam kemudian mengiringinya. Ia menduga itu gejala serangan cacar air. Namun, 4 jam berselang, kerongkongan perempuan 41 tahun itu seperti tersumbat. Betapa sulitnya bernapas saat itu. Ia merasa maut menjemput sehingga dengan terbata-bata meminta maaf kepada suami. Mendengar kata-kata sang istri, Danu Ismedi-suami Retno-hanya tertegun. Saya mengira istri saya terkena serangan jantung, kenang Danu.

Tak tega melihat penderitaan istri, keesokan harinya Danu bergegas membawa Retno ke dokter. Saran dokter, agar Retno diperiksa di Rumahsakit Mitra Internasional, Jatinegara, Jakarta Timur. Namun sebelumnya, ibu dua anak itu mesti dirontgen dan cek darah.

Di rumahsakit rujukan, dokter spesialis penyakit dalam memeriksa hasil tes darah dan rontgen. Kesimpulan dokter: tak ada masalah pada jantung Retno. Dokter menduga, ia hanya menderita gastroartritis alias radang lambung. Oleh sebab itu, Retno hanya diberi resep obat untuk mengurangi mual dan kembung seperti yang diberikan pada penderita maag.

Endoskopi

Semakin hari derita Retno kian bertambah. Selain sesak napas yang semakin kerap kambuh, perutnya juga membuncit. Di kantor, banyak rekan yang menyangka saya hamil, ujar Retno. Dua pekan kemudian, Danu membawa Retno ke salah seorang kerabatnya yang juga dokter spesialis penyakit dalam. Hasil diagnosis kerabatnya itu pun sama: Retno hanya menderita gastroartritis.

Karena tak ada gejala membaik, Retno mencoba pengobatan alternatif. Sambil mengkonsumsi obat dokter, ia juga mengasup herbal. Sayang, sebulan mengkonsumsi herba itu tak juga mengurangi derita Retno. Ia pun mencoba pengobatan alternatif berupa terapi aura. Hasilnya sama, tak ada perubahan berarti.

Retno kembali berkonsultasi dengan dokter klinik di tempatnya bekerja. Dokter menyarankan untuk menemui salah seorang dokter spesialis penyakit dalam lainnya di rumahsakit tempat ia memeriksakan diri pertama kali. Karena penasaran, akhirnya Retno menuruti.

Pada Mei 2005, Retno menemui dokter yang disarankan itu. Ia pun menceritakan keluhan dan aneka pengobatan yang tak kunjung menyembuhkan penyakitnya. Sang dokter akhirnya menyarankan untuk dilakukan endoskopi. Setelah dibius, sebuah kamera mikro dimasukkan ke mulut Retno. Secara perlahan kamera itu menyusuri kerongkongan.

Dibakar

Ketika kamera mencapai lambung, dokter melihat kejanggalan. Pada dinding lambung terdapat beberapa benjolan. Pada lambung istri Anda terdapat polip, kata Danu menirukan ucapan dokter. Menurut dr Arijanto Jonosewojo SpPD, spesialis penyakit dalam RS Dr Soetomo, Surabaya, polip lambung semacam tumor. Seperti halnya tumor, polip merupakan pertumbuhan sel dinding lambung (mukosa) yang abnormal. Penyebabnya belum jelas. Kemungkinan besar disebabkan faktor genetik, katanya.

Polip menyebabkan produksi asam lambung meningkat. Akibatnya, perut kembung. Dalam jangka waktu tertentu, polip dapat berubah menjadi kanker. Oleh sebab itu harus segera ditangani. Pada tahap awal, pasien diberi obat-obatan untuk meningkatkan kekebalan tubuh sehingga mematikan sel tumor.

Jika sudah membesar, polip harus dibakar. Itulah yang ditawarkan dokter kepada Retno. Meski mulanya ngeri, akhirnya Retno menyanggupi. Pada Juni 2005, ia kembali menemui sang dokter. Setelah dibius, kamera mikro dan alat pembakar berupa batang elastis sebesar sapu lidi dimasukkan ke dalam lambung melalui mulut. Ujung alat berbahan logam yang dipanaskan. Kemudian, ujung alat itu disentuhkan satu per satu pada benjolan-benjolan di dinding lambung hingga luruh.

Operasi itu berjalan singkat, hanya 15 menit. Setelah siuman, Retno diperbolehkan pulang. Agar benar-benar sembuh, Retno dibekali 3 obat berupa tablet dan 1 obat cair. Obat tablet dikonsumsi 3 kali sehari masing-masing 1 tablet; obat cair masing-masing 1 sendok makan. Selama penyembuhan, Retno mesti disiplin mengkonsumsi obat. Jika luput, terapi mesti dilakukan dari awal. Ia pun harus berpantang makanan yang menghasilkan gas saat dicerna di lambung, seperti kubis, daun singkong, cokelat, dan keju.

Setiap dua pekan, Retno memeriksakan diri. Tak terasa, delapan bulan sudah wanita kelahiran Bogor itu menjalani proses penyembuhan. Selama itu pula ia terus-menerus mengkonsumsi obat-obatan kimia. Namun, kesembuhan tak juga menghampiri. Buktinya saya harus minum obat terus. Berarti lambung saya belum sembuh, katanya.
Pada Maret 2006, ia membaca Trubus yang memuat artikel tentang khasiat jelly teripang untuk mengobati penyakit lambung. Karena berharap sembuh, Retno pun menghubungi salah satu agen dan memesan jelly teripang. jelly gamat-sebutan teripang di Malaysia-itu dikonsumsi 3 kali sehari masing-masing 1 sendok makan. Khawatir menimbulkan efek buruk, Retno berhenti mengkonsumsi obat dokter.

Tiga hari mengkonsumsi jelly teripang, kondisi tubuh Retno mulai membaik. Badan saya lebih fit dan tidur lebih nyenyak, katanya. Keesokan harinya Retno memeriksakan diri. Saat diperiksa, dokter menyatakan kondisi lambungnya sudah membaik. Padahal, pada pemeriksaan sebelumnya, tak satu pun komentar itu terucap dari sang dokter. Ia pun tak dianjurkan lagi untuk memeriksakan diri. Untuk berjaga-jaga, dokter hanya meresepkan satu jenis obat.

Nah itulah sedikit penuturan dari seseorang yang mengaku sangat terbantu oleh Jelly Gamat setelah mengkonsumsinya. Mau jadi bagian dari mereka yang sembuh setelah menggunakan obat tumor lambung Jelly Gamat ? Ayo coba sekarang juga dengan cara KLIK DISNI untuk info pemesanan dan daftar harga retail obat tumor lambung Jelly Gamat. Selamat mencoba dan semoga lekas sembuh πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ …..!!!!

Cat* : Untuk info pemesanan Wajib menyertakan kode FGOLD guna memudahkan pengiriman dan menghindari terjadinya kekeliruan.

Info β†’ obat tumor lambung alami jelly gamat